Kabinet Tabula Rasa BEM Fapsi Periode 2025/2026
Halo para Talenta Muda! Guidebook ini dibuat untuk menjadi panduan selama menjalankan rekrutmen dan seleksi BEM Fapsi UAD 2025/2026!
Organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Psikologi UAD merupakan organisasi eksekutif sebagai pelaksana “pemerintahan” mahasiswa di mana berupaya membangun koordinasi seluruh komponen organisasi keluarga besar mahasiswa (KBM) Fakultas Psikologi (Fapsi) UAD. Pada periode 2025/2026 BEM Fakultas Psikologi UAD akan dijalankan oleh kabinet yang bernama "Tabula Rasa". “Tabula Rasa” dipilih sebagai nama kabinet karena menggambarkan keyakinan bahwa setiap individu di dalamnya dapat bertumbuh, berkontribusi, dan bermakna tanpa batas layaknya sebuah canvas putih yang akan diwarnai bersama dengan karya terbaik dan kisah yang penuh makna.
Arah gerak pada Kabinet Tabula Rasa adalah berfokus pada restorasi dari kondisi lingkungan KBM dan program kerja BEM Fakultas Psikologi sebelumnya sehingga menghasilkan sebuah karya yang memiliki dampak pasti bagi penerima dan pelaksananya.
Berkarya
Karya adalah jejak eksistensi dari adanya sebuah kisah. Karya adalah wujud nyata dari kemauan untuk berkontribusi jauh lebih besar daripada sekadar menjalankan tugas. Setiap program yang dijalankan, setiap langkah yang diambil, dan setiap keputusan yang dibuat harus berakar pada keinginan untuk menciptakan sesuatu yang jauh lebih besar daripada diri kita sendiri. Berkarya adalah cara kita memastikan bahwa kehadiran kita tidak hanya sekedar ada, sekedar selesai, dan sekedar terlewati melainkan tentang bagaimana kita menorehkan makna dalam setiap hal yang tercipta. Tanpa karya, kisah akan terlupakan, tetapi dengan karya, kita akan menciptakan warisan dan kenangan nyata untuk generasi-generasi pada masa yang akan datang.
Berkisah
Berkisah adalah nilai yang menempatkan proses sebagai inti dari perjalanan organisasi, di mana setiap langkah berisi pembelajaran, refleksi, dan pertumbuhan. Nilai ini menekankan pentingnya berkembang dari mentah menjadi matang, dari salah menjadi benar, hingga menghasilkan karya yang bermakna. Dalam dinamika berorganisasi, anggota tidak hanya bekerja untuk mencapai tujuan, tetapi juga membangun nilai diri melalui pengalaman yang mendewasakan. Setiap kisah yang tercipta, baik keberhasilan maupun tantangan, menjadi jejak berharga yang menginspirasi generasi berikutnya untuk melanjutkan perjalanan organisasi dengan visi yang lebih besar. Melalui Berkisah, BEM menciptakan dampak nyata sambil membangun narasi yang menguatkan seluruh ekosistem organisasi.
